Tampilkan postingan dengan label usia kehamilan 8 minggu belum terlihat kantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usia kehamilan 8 minggu belum terlihat kantung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Januari 2018

Cerita Hamil Mil #1: Usia Kehamilan 8 Minggu, Tapi Kantung Janin Belum Terlihat

Cerita Kehamilan #1

Aku berniat mau rajin nulis jurnal kehamilanku yang kedua di blog ini, doakan aja semoga istiqomah, karena dulu kehamilan pertama nggak ada ceritanya, hiks.

Saat usia kehamilanku 8 minggu, dihitung berdasarkan HPHT (Hari pertama haid terakhir), aku cek ke dokter. Tentunya setelah mencoba testpack berkali-kali ya, dan semua hasilnya garis dua. Pas kali pertama ngecek masih sangat-sangat samar, jadi kuulang setiap hari, LOL. Semakin hari semakin jelas, jadi aku mantapkan periksa saat hitungannya sudah 8 minggu.

Aku pergi ke dokter Intan Titisari, SPOG di RS JIH, RS favoritku. Dulu saat anak pertama, aku juga rutin kontrol dan melahirkan di sana. Saat masuk ke ruangan dokter, aku langsung diperiksa USG. Oiya, fyi, siklus haidku tidak teratur. Sebelum akhirnya positif ini, aku sempat mengalami macet haid selama 3 bulan dan harus minum obat pelancar haid. Setelah minum obat, akhirnya aku haid juga, 2 kali haid, lalu positif.

Saat di-USG asli cemas banget, apalagi aku nggak bisa melihat ada sesuatu di layar monitor yang menampilkan rahimku. Dokter juga bilang, ini belum terlihat apa-apa. JLEGER. Kayak kesamber petir beneran, rasanya mau nangis, hiks. Dr. Intan menjelaskan bisa jadi karena siklusnya yang panjang dan tidak teratur, jadi belum terlihat di USG perutnya. Beliau menawariku untuk dicek dengan USG transvaginal, yang langsung ditolak Pak Baba. Alasannya? Dulu saat kehamilan pertama aku pernah tuh dimasukin alat itu, dan aku jerit-jerit nggak karuan, LOL. Jadi, Pak Baba langsung mutusin, nggak usah aja dok. Sementara aku galau bengat. Pengin mastiin juga, tapiiii takut juga diperiksa pakai "gituan".

Jadinya, aku putuskan untuk menunggu 2 minggu kemudian, yang rasanya bagaikan 2 abad, LOL. GALAU segalau-galaunya, asli. Cemen banget deh, ternyata hamil kedua nggak menjamin lebih nyantai atau woles, yah, buibu. Selama waktu menunggu, tentunya aku banyak browsing ya tentang kasus-kasus yang sekiranya sama denganku. Di google, di blog-blog orang, di forum ibuhamil.com, hehehe, siapa sih yang nggak mantengin ibuhamil.com? LOL

Daaan, seperti yang udah aku tahu juga, bahwa browsing itu tidak akan melegakan, pasti malah menjerumuskan aku ke kasus-kasus yang tidak aku inginnya, misalnya kehamilan BO atau blight ovum atau kehamilan kosong. Aku pun banyak browsing dengan kata kunci yang sekarang kutulis menjadi judul postingan ini. Harapannya, kalau kamu kebetulan punya kasus yang sama, dan bisa menemukan tulisanku, kamu akan lega. Karena ....

Tiga minggu kemudian, aku cek lagi ke RS JIH, kali ini ke dr. Mitta Prana SPOG. Kenapa bukan 2 minggu? Karena aku liburan akhir tahun dulu ke Bali, wkwkw. Saat itu, aku udah mulai mual dan muntah, tapi masih belum yakin, apakah Mil (panggilan untuk bayiku) mau menampakkan dirinya saat di USG.

Saat masuk ke ruangan dr.Mitta tentu saja jantungku ini udah dag-dig-dug nggak karuan asli. Saat alat USG diusapkan ke perutku. ALHAMDULILLAH, Mil telah menampakkan wujudnya, huhuhu T.T. Saat itu sudah ada kantung janin berukuran 2,9 cm dan bahkan sudah ada janinnya. Huhuhuhu lega bangettttt. Usia kandungan menurut USG dinyatakan 7 minggu 6 hari. Padahal saat itu, menurut HPHT 11 minggu. Kata dokter nggak masalah, ini bentuknya juga bagus, berarti kemarin memang karena haid nggak teratur aja, jadi memang belum terlihat. Aku diminta kontrol 2 minggu kemudian.



Lega banget rasanya, meskipun tetap was-was karena belum bisa mendengar detak jantungnya. Tapi, kami harus bersabar sampai 2 minggu kemudian ^^.

Untuk kamu yang mungkin berkasus sama denganku, tetap semangat yaaa! Positif thinking selalu, kalau sudah rejeki, insyaallah janin, bayi yang kita harap-harapkan pasti akan muncul :)

Love,